https://www.4shared.com/office/TvTWfB0tei/RPP_Rotasi_Etnomatematika_.html
Filsafat Ilmu (Dosen Pengampu : Prof. Dr. Marsigit, M.A.) Philosophy and Mathematics Education Referensi : Blog pribadi Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Jumat, 03 November 2017
Contoh RPP dan LKS dengan pendekatan etnomatematika
Link dibawah adalah contoh RPP pembelajaran matematika di tingkat SMA pada materi rotasi bangun datar yang menggunakan pendekatan etnomatematika. RPP dibuat berdasarkan observasi penulis di salah satu tempat wisata Yogyakarta, yaitu Kraton Yogyakarta.
Minggu, 11 Juni 2017
Pengembangan pendidikan matematika oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Pengembangan pendidikan matematika oleh Prof. Dr.
Marsigit, M.A.
Tahapan pembelajaran berbasis etnomatematika pada
sekolah menengah
Pada
perkuliahan Etnomatematika yang diikuti oleh kelas pendidikan matematika A dan
I yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. mahasiswa belajar tentang
pengembangan proses pembelajaran. Sebelum mengembangkan proses pembelajaran
matematika, mahasiswa diminta merefleksi terlebih dahulu tentang pembelajaran
yang ada dilapangan. Cara merefleksi yang digunakanpun unik karena mahasiswa
merefleksi keadaan pendidikan melalui bacaan yang ditulis oleh Prof. Dr.
Marsigit, M.A. di blog nya.
Hasil
refleksi yang telah dilakukan mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi latar
belakang dari proses pengembangan pembelajaran matematika. Keadaan yang banyak
disoroti dalam blog beliau adalah keadaan pembelajaran matematika yang terjadi
di SD dan SMP. Matematika di tingkat SD dan SMP yang ada saat ini sangat
memprihantinkan karena tidak dapat memotivasi siswa agar dekat dan akrab dengan
matematika. Akibatnya siswa cenderung takut dan mengalami trauma dalam
pembelajaran matematika.
Salah
satu yang ada dalam postingan beliau adalah proses pembelajaran yang terjadi di
SD. Dalam album tersebut siswa dilatih mempraktekan matematika, sehingga
mendefinisikan matematika sebagai aktivita bagi mereka. Selain contoh
pembelajaran yang dilakukan oleh kelas PPG, dalam blog beliau juga ada
foto-foto pengembangan pembelajaran yang dilakukan di beberapa negara melalui
proses lesson study. Dalam beberapa
postingan beliau yang membahas pembelajaran matematika saya menemui kesamaan,
yaitu mendefinisikan matematika sebagai aktivitas dan tidak mengajarkan
matematika secara formal kepada siswa.
Dari
hasil refleksi keadaan pendidikan tersebut menjadi latar belakang bagi mahasiswa
yang akan menyusun pembelajaran matematika. Melihat hakekat matematika sebagai
aktivitas bagi siswa maka mahasiswa dapat membuat pembelajaran yang dapat
mengikutkan siswa agar aktif dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dapat
digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik
adalah pendekatan yang berpusat pada siswa, juga merupakan pendekatan yang
digunakan dalam kurikulum 2013.
Untuk
dapat mengembangkan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan
saintifik maka kita perlu membuat media yang dapat membuat siswa beraktivitas,
dan sejalan dengan matematika yang dipandang sebagai suatu aktivitas maka guru
perlu membuat media yang dapat dilakukan oleh siswa, matematika yang dekat
dengan kehidupan siswa dan dapat dilihat oleh siswa.
Untuk
dapat mengembangkan matematika yang dekat dengan siswa maka perlu digunakan
sebuah media yang kita ambil dari benda-benda disekitar siswa, benda yang lekat
dengan kehidupan siswa dan diketahui oleh semua siswa. Sebagai media yang dapat
digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan budaya-budaya etnis yang
berkembang ditengah masyarakat, karena budaya yang telah berkembang
dimasyarakat pastilah telah dekat dengan kehidupan siswa dan siswa secara
keseluruhan dapat memahami dan mengenalnya.
Untuk
dapat mengembangkan budaya matematika yang berbudaya maka guru harus dapat
menganalisis kebutuhan siswa terkait pengetahuan dan keadaan yang akan dia
kontruksi. Sebelum merancang pembelajaran yang akan digunakan maka guru harus
melakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut ini adalah tahapan-tahapan
penyusunan dan pembuatan pembelajaran yang berbasis etnomatematika yang telah
dilakukan oleh dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A.
-
Tahap persiapan
Tahap persiapan
yang dimaksud adalah pemilihan lokasi atau objek budaya yang akan digunakan
dalam pengembangan pembelajaran. Mahasiswa melakukan pemilihan tempat dan
membagi kelas dalam beberapa kelompok agar seluruh tempat dapat diamati oleh
mahasiswa dan dapat dijadikan objek pengembangan pembelajaran matematika.
Selain menentukan lokasi atau objek yang akan digunakan, guru juga menentukan
materi yang akan diajarkan.
-
Tahap analisis
lapangan
Pada tahap ini
guru harus mengamati secara langsung objek budaya yang akan dipakai. Lalu
setelah mengamati keseluruhan komponen objek maka guru menentukan objek yang
dapat dipelajari oleh siswa sebagai aktivitas matematika. Setelah menemukan
objek yang sesuai dengan materi maka guru harus menentukan konsep apa dari
objek tersebut yang akan digunakan.
-
Penyusunan rencana
pembelajaran
Pada tahap ini
sama dengan tahap penyusunan rencana pembelajaran pada umumnya, guru menentukan
metode dan membuat skenario pembelajaran kelas. Namun yang perlu diingat adalah
metode yang digunakan adalah pendekatan saintifik, karena pendekatan ini
berpusat pada siswa dan menjadikan guru hanya sebagai fasilitator. Pada tahapan
ini juga guru membuat LKS yang berkaitan dengan matematika dari yang telah ia
tentukan.
-
Pelaksanaan
pembelajaran
Tahapan ini
dilakukan secara langsung oleh siswa, yaitu ketika siswa aktif dalam kelas dan
melakukan pembelajaran.
-
Evaluasi hasil
belajar
Evaluasi yang
dimaksud adalah terkait pembelajaran yang dibuat. Proses evaluasi bisa diamati
melalui pengamatan dan juga melalui soal.
Secara
garis besar begitulah pengembangan pendidikan matematika yang dilakukan oleh
Prof. Dr. Marsigit, M.A. yang berbasis etnomatematika. Dalam praktiknya, objek
yang diamati oleh mahasiswa kelas Pendidikan Matematika A dan I adalah
pertunjukan wayang kulit, objek wisata Kraton Jogyakarta, Candi Borobudur dan
Candi Prambanan.
Berikut
ini foto-foto pembelajaran yang dilakukan selama mata kuliah etnomatematika.
Pertunjukan wayang kulit sebagai media pembelajaran berbasis etnomatematika
Kraton Yogyakarta
Pembelajaran di kelas etnomatematika
Langganan:
Komentar (Atom)
Calon judul Tesis Dwi Kawuryani (Tugas Akhir Filsafat) : Marsigit, M.A.
Calon judul tesis dan metodologi penelitian untuk memenuhi tugas kuliah filsafat ilmu dosen : Prof. Dr. Marsigit, M.A. https://drive.google...
-
Matematika itu hanya angka, te tapi,,,,, Semua ilmu memiliki karakter dan pembeda dengan ilmu lain. Semua saling melengkapi dan beker...
-
Dia itu Titik hitam dikertas putih Sunyi diantara alunan melodi Cahaya redup ketika kupikir petir akan datang Benang emas diantara be...
-
Dwi Kawuryani Hari ini, tepat sepuluh tahun dari perjanjianku dengan Dhea untuk bertemu ditempat ini lagi. Sepuluh tahun sel...


