Rabu, 20 Mei 2015

Kamu dan Waktu



Waktuku memang tidak untukmu
Dan waktumu belum untukku
Tapi esok waktu kita kan beriringan
Berdentang dan berhenti bersamaan
Dahulumu memang bukan aku
Begitupun dahuluku juga bukan kamu
Tapi esokku akan menjadi kamu
Dan aku akan menjadi esokmu
Namun dahuluku tidak sama dengan dahulumu
Meskipun esok kita akan selalu jadi satu
Mungkin aku yang buta
Tapi keyakinan itu memaksaku untuk percaya
Kita memang berbeda
Dan tidak akan pernah sama
Dahuluku kelam dan kamu tidak
Tanganku berdarah dan kamu tidak
Dahuluku bukan lagi milikku
Bukan juga milikmu
Kamu hanya ada di esokku
Tapi kenapa dahuluku menjadi benteng antara kamu dan aku?
Kenapa waktu membuatku ragu untuk menemukanmu?
Dan kenapa waktuku berhenti berdentang?
Waktuku tidak lagi berjalan dan membuatku bertahan di duluku
Entah kapan aku bisa mencapai esokku
Apa kamu akan menunggu hingga hari itu?
Hingga aku cukup pantas untuk menggerakkan waktuku lagi?
Hingga kamu sadar bahwa kamulah kamuku?
Dengan melihat duluku apa kamu akan tetap datang?
Apa esok kita akan tetap sama?

Selasa, 12 Mei 2015

My favorites Naruto Quotes


Good Night everybody,
Do you know Naruto?
Some person says that it just a anime, but from watching it i learn more about live, love and relationship.
This is my favorites quotes from Naruto.

"Ketika seseorang melindungi sesuatu yang benar-benar berarti untuk mereka, mereka akan menjadi kuat, sekuat yang mereka bisa lakukan"
"Ketika seseorang menyayangi, maka dia akan belajar untuk membenci"
"Jika ini artinya aku bodoh, maka aku tidak takut untuk menjadi bodoh selamanya"
"Jika kau menungguku untuk menyerah, maka kau akan menungguku selamanya"
"Bukankah kita tidak punya pilihan lain selain mencoba"
"Untuk melindungi orang yang kita sayang tak masalah meski kita harus membuat orang itu membenci kita"

So Sweet.... ^^
Hope you like it,,
See you,,

Minggu, 10 Mei 2015

Lantai 3 (Cerpen)


Dwi Kawuryani
Hari ini, tepat sepuluh tahun dari perjanjianku dengan Dhea untuk bertemu ditempat ini lagi. Sepuluh tahun selepas sebuah acara besar yang melelahkan. Masih jelas semua adegan dimana aku dan Dhea menulis tanggal pertemuan ini dan juga semua mimpi-mimpi kami sepuluh tahun dari waktu itu. Dan tentu kami saling berjanji untuk datang ketempat ini bersama pasangan dan keluarga kami.
            Dan hari ini aku datang lebih awal. Kampus ini masih sama, bangunannya hanya berubah sedikit, warna cat dan ada beberapa bangunan baru sebagai pengganti bangunan lama. Entah kapan para pekerja itu akan menyelesaikan pembuatan gedung baru itu, sudah hampir 8 tahun namun masih saja belum selesai.
Tempat makan yang menjadi tempat pertemuan kami sudah ramai oleh mahasiswa yang menikmati saat istirahat mereka. Aku tahu persis betapa senangnya ketika bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman untuk sekedar makan bersama, apalagi ditemani obrolan ringan tentang tugas, sedikit kicauan tentang dosen dan juga kuliah, belum lagi obrolan serius tentang pujaan hati. Obrolan yang selalu menyita waktu kami ditempat makan ini.
Aku bosan menunggu Dhea datang, memang ini belum waktu pertemuan kami tapi aku sudah hampir satu jam menunggunya disini. Kuputuskan untuk beranjak mengelilingi gedung-gedung tua kampusku. Ada beberapa perbaikan yang dilakukan namun bangunan dasarnya masih sama. Bahkan pegangan ditangganya tetap sama, dingin ketika berpegangan disana, bahkan kebiasaan ibu pembersih kamar mandi lantai dua itu masih sama, dia selalu membersihkan toilet lantai 2 tepat jam 9, dan akan pindah kelantai 3 pukul 9.15.
Aku kembali berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 3 gedung utama fakultas, dibarengi dengan langkah kaki pembersih toilet yang akan pindah kelantai 3. Ibu itu bergegas menuju toilet ketika anak tangga terakhir selesai kami lalui, sedangkan aku termangu melihat balkon lantai 3 yang kosong dari mahasiswa. Berbeda dengan 9 tahun lalu, ketika aku masih menjadi mahasiswa baru, dibalkon itu akan selalu ada aku berdiri melihat kebawah. Melihat sepanjang lorong untuk memastikan seseorang berangkat kuliah.
Ingatan itu muncul lagi, kali ini terasa lebih nyata dari sebelumnya. Aku ingat setiap detil yang ada.
            ~~~
‘Iwung jangan lari, aku capek’ teriak Dhea yang terengah-engah.
            ‘Cepetan Dhe, telat sedikit aku akan kehilangan momen’ jawabku setengah berlari.
            ‘Ah kamu dulu aja,’ jawabnya menyerah.
Tepat waktu, jam sembilan kurang sepuluh menit, dia pasti akan lewat lorong dibawah untuk menuju kekelasnya.
            ‘Ada?’ tanya Dhea terengah.
            ‘Iya ada, tuh’ jawabku dengan tawa lebar.
            ‘Yaudah ayo kekelas’ ajaknya menarik tanganku.
‘Ayo’ jawabku yang kembali berlari meninggalkannya yang masih setengah kelelahan.
            Sekarang aku punya kegiatan rutin yang selalu kulakukan. Selesai kuliah aku berjalan bersama Dhea, kali ini lebih pelan karena aku tidak lagi diburu waktu untuk melihat sesorang. Dari depan kelas kami ini kami bisa melihat ruang dosen di gedung sebelah, lorong di dekanat selatan, kantor kemahasiswaan dan kantin fakultaas. Aku tahu betul jam-jam ini pasti dia akan keluar dari pintu kantin itu dengan menenteng jaketnya dan berjalan menuju mushola digedung sebelah. Aku berhenti sejenak, melihat ke arah pintu kantin dan dengan was-was mengamati setiap orang yang keluar. Aku bahkan hampir hafal dengan semua teman yang selalu berjalan bersamanya.
~~~
Ingatan semacam itu selalu datang setiap ada hal yang mengingatkanku padanya, dan hari ini ingatan itu kembali muncul. Aku sampai dilantai 3, tempatku menunggu melihat orang itu. Dan hari ini lagi, aku memegang perlahan pada pegangan kayu yang sudah usah dilantai tiga ini lagi, melihat kelorong bawah dan melihat kearah pintu kantin.
Meski sudah banyak yang berubah tapi garis besar kejadian hari-hari itu sama seperti sekarang, beberapa anak bergerombol di loby, ada satu dua ormawa yang menawarkan program mereka dan beberapa gerombolan anak yang sibuk mengerjakan tugas kuliah. Lorong itu masih kosong, belum ada yang melewatiny. Dan pintu kantin itu juga sepi, hanya ada dua orang bapak penjual makan yang baru saja masuk. Mungkin ini terlalu pagi untuk semua kegiatan yang dulu kualami.
Aku termangu melihat orang-orang melewati lorong itu, semua seudah benar-benar berbeda sekarang. Satu hal yang pasti, aku sudah tidak melihatmu melewati lorog itu sejak delapan tahun lalu. Tidak ada lagi gerombolan anak yang keluar dari kantin dan menuju mushola lagi seperti delapan tahun lalu. Sekarang aku disini tidak menunggu lagi. Bodoh memang, tapi jadi pengagum kadang terasa mengasikan, melihat sesorang yang kita tunggu dari lantai atas ketika dia berjalan dibawah, atau melihat dia dibalkon atas ketika kita berjalan dibawah dan diam-diam mencuri pandang ketika tidak sengaja melewati depan kelasnya.
Sekarang semua itu terasa sangat lucu, namun semua tetap terasa asik pada waktu yang telah lalu. Sekarang aku tak perlu lagi mencuri pandang untuk melihat orang yang istimewa itu.
“Kamu sedang apa? Itu Dhea sudah datang dibawah, ayo turun” dia mendatangiku.
“Eh?? Iya maaf aku melamun, ayo” jawabku sambil tersenyum.
Dia menghampiriku yag sedang asik melihat kebawah dan dengan lembut mengajakku turun. Sekarang aku selalu bisa bersama seseorang yang istimewa tanpa harus melihat kebawah atau ke atas.

English Task

Hai everyone,,,
Tonight I want to share my English task, let's say Thanks to my teacher ^^
Maybe I'll rewrite it, hope it's useful for you. See you,,, :)

The Summary of article
"Mathematics Lessons from Finland and Sweden-International Comparisons highlight many differences and a few similarities among these two countries and the United States"


To make mathematics easily for student we can learn from Finland and Sweden. Finland has become known worldwide for its steady improvements in its educational system over the past forty years and for high scores in reading, mathematics, and science according to the Organization for Economic Co-operation and Development’s (OECD) Program for International Student Assessment (PISA) of fifteen-year-olds conducted every three years since 2000.
Finland and Sweden’s schools system are similar to Indonesia and United States, but upper-secondary schools in Finland (senior high schools in Indonesia) is focused in academics and most students go on to attend a university after finishing. Almost mathematics class in Finland and Sweden are similar to traditional classrooms in United States. After upper secondary schools, students are provided by formulas and book of mathematics, physic and chemistry. Their books are also has the solution of the question. Because of this common resource, the textbooks did seem to have a greater focus on problem solving and applications.
The average annual total teaching time in the Finland and Sweden are lower than in the United States, so teachers has more time to plan curriculum, assess learning, provide remedial help, and reflect on their teaching. One of Finland’s highest goals is equity in their schools and between schools. The cooperation between schools and community is very useful, it’s seem like they required everyone to understand the subject very well. Educational system in Sweden is more accommodating the student to learn what they want to learn, because they impressed the problem solving and it’s focused in a specific field to study.
A standardized assessment in Finland is used to help student learning. A significant difference in Finland is that mathematics teachers in lower-secondary school and upper-secondary school must have a master’s degree in mathematics, whereas preschool and elementary teachers must earn a master’s degree in education. Mathematics  teacher in Finland teach two subjects, and the language subject must teach with two languages. Teaching is a popular career in Finland, it’s because the good cooperation between schools, teachers and community.
            What we needed to make a good education system is the cooperation between its elements, teachers, students and community. Teachers must have a good quality, student must learn about applications of what they learn at schools and the system must gave the accommodations for teachers and students.

Selasa, 05 Mei 2015

Essay "Memerdekakan Negara yang sudah Merdeka"

Malam ini dua postingan ya,,
Besok yang lain menyusul, karena baru buat ini.
Essay ini juga masih dalam tahap seleksi, semoga lolos ya... Aamiin,,
Semoga Bermanfaat...
Silahkan download di link dibawah
Download Di sini

Program Kreativitas Mahasiswa

Selamat Malam
Lama tak jumpa, kali ini saya ngepos contoh PKM dengan judul SAP: Scrubbing Air Panel dengan Absorpsi Menggunakan Monoethanolamine sebagai Usaha Mengurangi Kadar CO2 di Daerah Khusus Ibukota  Jakarta"
Sejauh ini PKM ini masih dalam tahap seleksi, akan saya ubah jika memang lolos seleksi.. Aamiin.... :)
Dan terima kasih untuk tim ku, Mbak Anggi, Mas Aan dan Desi..
Bisa di download di link dibawah ini,
Semoga bermanfaat ya,,
Download Di sini 

Calon judul Tesis Dwi Kawuryani (Tugas Akhir Filsafat) : Marsigit, M.A.

Calon judul tesis dan metodologi penelitian untuk memenuhi tugas kuliah filsafat ilmu dosen : Prof. Dr. Marsigit, M.A. https://drive.google...