Minggu, 13 September 2015

Menjadi Benih

Pernah merasa lelah? Ingin menyerah dan merasa tidak mampu?

Wajar jika kita pernah merasakan hal seperti itu, kita akan merasa lelah jika kita sedang berlari.Namun terlalu lama larut dalam perasaan seperti itu tidak baik untuk kita, akan mengganggu mental dan tentunya mengganggu aktifitas kita. Hal itu justru akan semakin menyulitkan. Merasa stress tentu wajar tapi kita juga harus ingat bahwa waktu tidak akan menunggu sampai stress kita hilang.
Itu bukan biji, tapi itu benih.
Benih itu kecil, mungkin dianggap tidak berarti tapi tanamlah benih itu, sepuluh tahun dari sekarang
benih itu akan menjadi pohon yang meneduhkan untuk orang yang kamu sayang. Tidak hanya itu, pohon
yang tumbuh dari benih itu juga akan berbuah, yang buahnya akan bisa kau makan dan bisa juga
menjadi makanan untuk hewan kecil yang tinggal di pohon tersebut. dan yang lebih penting pohon itu
akan menghasilkan oksigen yang membuat kita bisa bernafas. Semua itu bisa dirasakan hanya dari
sebuah benih kecil.
Benih kecil yang ‘dianggap’ tidak terlalu penting bisa sangat bermanfaat untuk makhluk lain, peneduh,
penyedia oksigen, sebagai rumah makhluk kecil, sebagai sumber makanan manusia dan juga hewan lain.
Tapi tentu benih itu tidak bisa langsung menjadi pohon besar, benih itu harus kita tanam, membutuhkan
air, sinar matahari dan tentunya waktu. Tidak sekedar waktu menunggu menjadi pohon tapi waktu yang berarti sebuah proses perubahan dari benih menjadi sebuah pohon.
Apa sekarang kita masih sedih karena merasa kecil dan ingin menyerah?
Coba lah menjadi benih yang akan memberi kebermanfaatan bagi orang lain seperti benih yang menjadi
pohon. Tapi ingat benih butuh air, cahaya dan waktu, dan kita butuh USAHA, DOA SERTA SEBUAH
PROSES untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.
Anggaplah dirimu sebagai benih yang sedang tumbuh menjadi tunas kecil, benih yang akan menjadi
pohon yang berbuah manis tentunya. Kita hanya butuh usaha, doa dan sebuah proses, karena sebuah
tunas tidak akan berhenti tumbuh meski dia lelah untuk terus tumbuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Calon judul Tesis Dwi Kawuryani (Tugas Akhir Filsafat) : Marsigit, M.A.

Calon judul tesis dan metodologi penelitian untuk memenuhi tugas kuliah filsafat ilmu dosen : Prof. Dr. Marsigit, M.A. https://drive.google...