Dan aku juga rindu dengan setiap momen ketika aku merasa aku yang paling hebat, ketika aku merasa aku bisa melakukan segalanya. Ya itu lah masa ketika beberapa tahun pertama aku menginjak usia belasan. Ketika aku tidak tau siapa diriku sebenarnya dan hanya melakukan segala sesuatu sesuai keinginan saja, aku belajar hanya karena ketakutan pada amarah ibuku. Lucu memang, tapi begitulah kenyataannya, dan itulah yang membuatku semakin rindu masa-masa itu. Dulu segala sesuatu hanya tentang yang aku suka dan yang kuingin saja. Ketika aku merasa bingung dengan bayangan yang setipa hari kulihat dalam cermin, ketika aku tidak bisa mengenali siapa yang selalu kuajak bicara dalam batin. Itu semua adalah masa ketika aku bersama dengan keluarga kecil dalam bangku sekolah. Semua hanya tentang aku dan hari ini tanpa sedikitpun aku berpikir tentang dia atau bahkan mereka atau tidak sedikitpun aku berpikir tentang besok. Dan itulah masa yang mungkin mengajariku paling banyak, tentang sebuah penyesalan yang telah mengubahku secara penuh. Ya, bahkan aku merindukan masa yang paling membuatku terjatuh itu, entah aku merindukan tokoh dalam kejadian itu atau aku hanya merindukan setiap kisah didalamnya saja.
Dan sayangnya aku harus berpisah dengan semua tokoh dan kisah itu, memulai kisah baru dengan tokoh-tokoh baru. Tokoh-tokoh hebat yang mengajariku banyak hal, hingga aku begitu berani menghadang semua keraguan, dan bahkan aku berani menghapus semua mimpi yang telah kulukis dari sekian lama. Ya mimpi-mimpi yang telah kupahat sejak aku kecil, aku menghapusnya, atau mungkin lebih tepat aku menggantinya dengan pahatan mimpi yang jauh lebih baik. Anehnya aku tak pernah ragu lagi meskipun aku tau orang lain akan berpikir ini gila atau bahkan aneh. Tapi aku yakin, ya aku begitu yakin, aku yakin untuk keluar dari zona nyamanku karena seseorang tapi bujkan untuk orang itu.
Dan sore ini aku kembali mengingat semua momen-momen itu, aku rindu, aku sungguh rindu pada sosok yang selalu ku harap kehadirannya namun aku tak pernah bisa mengungkapkan sayangku ke dia, dia yang pernah berbagi rahim denganku. Dan aku pun rindu pada orang-orang yang hanya kutemui dalam beberapa tahun saja karena kita dipisahkan oleh jarak yang jauh. Mereka yang selalu kusebut teman.
Dan sekarang aku tau aku disenja ini hanya sendiri. Aku ingin menghubungi si gembul berkacamata, atau si gembul yang 'odong' itu, atau tokoh-tokoh lain yang selalu berbagi bersamaku.
Ya, aku rindu, aku rindu mereka semua, perlahan air mataku mengalir.
Dan aku terbangun. Aku terbangun ketika suara takbir itu terdengar, ketika sosok gembul odong didepanku juga sedang terlelap karena mengerjakan tugas semalam suntuk.
Dan disinilah aku, sekarang bersama semua kisah yang kutau pasti akan kurindu esok hari, bersama semua tokoh yang akan selalu ingin kutemui dalam setiap makan malamku.
Ya Allah, bolehkah aku menangis ketika esok aku merindukan mereka???




Tidak ada komentar:
Posting Komentar