Waktuku memang tidak untukmu
Dan waktumu belum untukku
Tapi esok waktu kita kan beriringan
Berdentang dan berhenti bersamaan
Dahulumu memang bukan aku
Begitupun dahuluku juga bukan kamu
Tapi esokku akan menjadi kamu
Dan aku akan menjadi esokmu
Namun dahuluku tidak sama dengan dahulumu
Meskipun esok kita akan selalu jadi satu
Mungkin aku yang buta
Tapi keyakinan itu memaksaku untuk percaya
Kita memang berbeda
Dan tidak akan pernah sama
Dahuluku kelam dan kamu tidak
Tanganku berdarah dan kamu tidak
Dahuluku bukan lagi milikku
Bukan juga milikmu
Kamu hanya ada di esokku
Tapi kenapa dahuluku menjadi benteng antara kamu dan
aku?
Kenapa waktu membuatku ragu untuk menemukanmu?
Dan kenapa waktuku berhenti berdentang?
Waktuku tidak lagi berjalan dan membuatku bertahan
di duluku
Entah kapan aku bisa mencapai esokku
Apa kamu akan menunggu hingga hari itu?
Hingga aku cukup pantas untuk menggerakkan waktuku
lagi?
Hingga kamu sadar bahwa kamulah kamuku?
Dengan melihat duluku apa kamu akan tetap datang?
Apa esok kita akan
tetap sama?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus